Revolusi Bisnis Internet Indonesia
Mar 8th, 2007 | Kategori: INTERNET MARKETINGMajalah Wirausaha & Keuangan secara berturut-turut pada bulan Februari dan Maret 2007, menurunkan laporan utama bertajuk “Revolusi Bisnis Ahira“. Laporan tersebut mengupas kisah sukses bisnis online yang dijalankan Anne Ahira dan kiprah serta impiannya untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang bisnis internet marketing melalui wadah pendidikan non-formal yang dibangunnya yakni Asian Brain Internet Marketing Center (AB-IMC).
Berbisnis di internet atau bisnis online akhir-akhir ini memang menjadi fenomena yang semakin digemari banyak kalangan, mulai dari mahasiswa yang sekedar ingin menambah uang saku, ibu-ibu rumah tangga yang ingin menghasilkan income tanpa meninggalkan rumah, sampai kalangan karyawan dan manager yang ingin menambah income atau ingin berpindah kuadran bahkan mereka yang memiliki impian untuk mencapai kebebasan finansial.
Fleksibilitas yang ditawarkan oleh peluang bisnis internet: waktu, tempat, target market, produk, modal dana, dan lain-lain, telah membuat peluang ini menjadi salah satu alternatif yang sangat pantas diseriusi di tengah iklim ekonomi domestik yang belum begitu baik dewasa ini.
Melihat statistik pengguna dan tingkat penetrasi internet di Indonesia dan dunia, potensi pasarnya sangat besar. Pengguna internet di Indonesia sampai akhir tahun 2005 mencapai 18 juta orang dan mengalami pertumbuhan 800% selama kurun waktu 2000-2007, sementara pengguna internet dunia bertumbuh sebesar 202,9% dalam kurun waktu yang sama (Internet World Stat http://www.internetworldstats.com). Padahal tingkat penetrasi internet di Indonesia sendiri yang berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa ini masih sekitar 8%. Ini adalah potensi bisnis masa depan.
Setiap orang yang memiliki akses ke internet, bisa meraih income tanpa perlu meninggalkan pekerjaan utama yang sudah dimilikinya. Dengan sedikit modal dan pengorbanan waktu, setiap orang bisa melakukan bisnis tanpa batas geografis, siang maupun malam. Di internet tersedia begitu banyak peluang untuk mendapatkan income. Tapi apakah berbisnis di internet itu semudah membalikkan tangan?
Jika Anda membayangkan duduk di depan komputer, terhubung ke internet, klik mouse sana sini dan besok Anda dapat ribuan dollar di rekening bank Anda…maka Anda salah besar!
Betul di internet banyak peluang, banyak sumber uang, tapi Anda harus tahu di mana mencarinya dan bagaimana mengeksekusinya dengan tepat dengan tools dan sistem yang tepat pula. Internet adalah rimba raya virtual yang dipenuhi hal-hal menarik dan menggoda… jangan Anda tertipu. Internet juga dipenuhi tawaran-tawaran peluang yang kelihatannya menggiurkan dan sangat mudah dilakukan, tapi kenyataannya adalah scam alias bisnis-bisnis asalan yang hanya bertujuan mengeruk uang Anda.
Karena itu belajar adalah kuncinya. Kita harus mulai belajar bagaimana menjalankan bisnis di internet dengan benar. Kita bisa belajar dari banyak sumber, dari internet, dari buku, media massa, dari teman dan pengalaman orang lain. Dalam proses pembelajaran inilah, kiprah Anne Ahira bersama Asian Brain-nya menjadi patut dicatat sebagai pionir yang akan membawa gelombang revolusi bisnis online di tengah masyarakat Indonesia.
Tercatat sejumlah seminar internet marketing di beberapa kota di Indonesia telah diselenggarakan dan terbukti sangat diminati banyak kalangan. Jakarta, Surabaya, Bali, Malang, Batam, Semarang, Yogyakarta, telah didatangi Ahira sebagai pembicara utama dan akan terus berlanjut ke kota-kota lainnya. Itu dilakukan Ahira tanpa meminta bayaran sebagai seorang internet marketer kelas dunia. Dia ingin berbagi sukses kepada sebanyak mungkin orang Indonesia yang mau belajar melakukan bisnis di internet dengan baik… dia percaya bahwa proses edukasi memerlukan waktu, tapi setidaknya seperti ditulis oleh majalah WK, “revolusi itu telah dimulai“. Pastikan Anda menjadi bagian dari gelombang perubahan itu.









Sepertinya bisnis internet perlu lebih gencar lagi kampanye-nya, termasuk melalui media non internet, supaya mereka yang belum biasa dengan internet berminat dengan bisnis internet. Kalau kampanyenya lewat web saja, maka memang penetrasi bisnis internet jadi lambat.
bagaimana pendapat anda dengan artikel ini
http://priyadi.net/archives/2004/09/10/anne-ahira-bukanlah-pahlawan
http://priyadi.net/archives/2004/09/15/lagi-lagi-anne-ahira
http://priyadi.net/archives/2005/08/04/curhat-seorang-korban-money-game
mohon petunjuknya,
anda hapus koment ini berarti anda memang mendukung ‘kesalahan’ itu. Thanks
Thanks atas concernnya Saudara katroks
Saya bukan newbie yang baru kenal internet dan bisnis online, jadi saya aware dengan semua yang Anda ajukan. Semua perdebatan yang dipicu oleh Mas Priyadi dkk saat itu tidak ada hubungannya dengan Asian Brain. Saya sendiri bukan member FFSI/Elite Team pada saat itu, jadi saya tidak ikut dalam perdebatan itu tetapi saya memantaunya dan tahu apa yang terjadi.
Itu semua adalah nostalgia kontroversi masa lalu. Kalau ada (banyak) member FFSI saat itu melakukan spam dalam rangka mengembangkan jaringan, itu tidak layak ditimpakan menjadi kesalahan Ahira seorang sebagai leader FFSI. Saya yakin dia tidak mengajarkan membernya untuk melakukan spam. Soal sistem bisnis FFSI yang dianggap skema piramida, itu juga masih bisa diperdebatkan. Kebanyakan orang yang menuduh seperti itu tidak pernah menjadi member Elite Team dan mereka tidak tahu persisnya apa itu FFSI dan sistem bisnis online yang diterapkan. Ada kesalah pahaman di situ, baik dari pihak yang menuduh maupun dari para member FFSI sendiri. Itu terjadi karena terlalu fokus pada income-nya, bukan pada produknya.
Asian Brain itu adalah wadah pembelajaran internet marketing, sebuah “sekolah online” yang mengajarkan membernya bagaimana melakukan bisnis online dengan baik dan benar. Asian Brain bukan peluang bisnis dengan sistem level-levelan, tetapi mengajarkan membernya bagaimana menemukan peluang bisnis yang cocok baginya dan bagaimana menjalankannya.
Ahira tidak pernah menipu atau mengajari membernya untuk menipu lewat bisnis di internet. Kalau dia menipu orang lewat Asian Brain, saya orang pertama yang akan menyeretnya ke penjara :))
Satu hal lagi yang perlu Anda pikirkan: SEANDAINYA, ya seandainya pun Ahira pada saat itu berbuat salah lewat FFSI/Elite Team, apakah kemudian dia harus menanggung beban kesalahan itu sampai sekarang ke Asian Brain? Manusia bisa berubah bukan? Anda dan saya juga perlu berubah, jangan katrok trus
Kalau kita masih saja menyuburkan permusuhan, kita tidak akan pernah sejajar dengan bangsa lain.
Sekali lagi terimakasih atas perhatian yang Anda berikan, itu tandanya Anda turut concern dengan perkembangan bisnis internet di negeri ini. Maju dan sukses untuk Anda (dan saya juga dong).
Iya Mas Edy, saya setuju dengan Mas Edy. Masih banyak orang Indonesia yang berpikir negatif, suka main tuduh, padahal mereka tidak tahu persisnya sistem bisnis online yang benar.
Mudah2an kita semua orang Indonesia cepat sadar bahwa hanya dengan berpikir positiflah kita semua bisa meraih kesuksesan bersama
Mas edy…
thanks ya atas komentarnya di penulislepas.com.
Terus terang saya kaget melihat website anda ini. Sebab sepertinya kok tidak terdeteksi oleh google. Itulah sebabnya pada tulisan saya mengenai anne ahira, saya menulis, “Dari fakta ini, terlihat jelas bahwa nyaris tak ada lagi (bahkan mungkin tak ada sama sekali) orang DI INTERNET yang menulis tentang Anne Ahira setelah tahun 2005 (kalau di media cetak sih ada).”
Ternyata, masih ada tulisan pasca 2005 mengenai anne ahira, salah satunya tulisan anda ini (mungkin nanti tulisan saya perlu dikoreksi, karena adanya fakta baru ini).
Kira2 kenapa ya, tidak terdeteksi oleh google? atau muncul di halaman dalam?
blog ini tidak mentarget anne ahira sebagai kata kunci, jadi Bung Jonru jangan heran kalau blog ini tidak tampil di halaman pertama SERP untuk pencarian dengan keyword tersebut… thanks, anyway:)
MATA ‘Mereka’ yang antipati sama Ahira itu JELAS banget LIHAT ANAK SEMUT di seberang pulau…tapi DINOSAURUS di pelupuk mata malah GAK KELIATAN!!
Lebih baik kita membawa dan mengabarkan kabar BAIK daripada menghasut orang lain dengan sesuatu yang belum Anda ketahui BENAR.
Makasih Eliz, tetap semangat dan fokus… salam buat teman2 di Manado hehehehe
[...] perjuangan Ahira memasuki satu celah perjuangan panjang menuju revolusi bisnis yang didengungkan. Revolusi bisnis ini bukan untuk siapa-siapa, juga bukan hanya untuk Ahira. Revolusi ini diri kita masing-masing [...]
Anehnya orang Indonesia itu, gak tau kasusnya… tapi pengen jadi hakim…
Benerkan Om Edy?
Kenapa ada dimajalah WK?
Karena pimrednya orang asianbrain dan saya rasa ini tidak bagus dan tidak netral. Saya pernah joint di asianbrain, berharap ada yang istimewa yang bisa didapat. Ternyata? Saya kecewa dengan semua materinya. Terutama dengan kasus wawancaranya, itu materinya marketingtips.com.Jadi ahira is Dead, saya pernah ikut seminar ewen chia dijakarta. Ewen chia boleh dibilang jago. Ahira? tau ah gelap.
#Fakta,
Penilaian subjektif Anda itu sah-sah saja, itu hak Anda. Saya seringkali bilang (kalau Anda pernah di Asian Brain, anda mungkin pernah membaca pernyataan saya) bahwa AB itu tidak sempurna dan Ahira itu bukan segala-galanya. AB memberikan sesuatu yang berguna bagi Anda atau tidak ada manfaatnya sama sekali, itu sangat tergantung kepada ekspektasi Anda sebelumnya. Di mana pun, sejak dulu, yang namanya bisnis affiliasi, ya prinsipnya sama saja, baik itu dikemas oleh Ahira, oleh Ewen atau siapa saja. Kitalah yang menentukan mana yang cocok buat kita. Kalau Anda sanggup membayar Ewen Chia untuk coaching Anda atau membeli sistemnya, ya monggo aja, it’s a matter of choice kawan. Kalau Anda terpesona dengan demo Ewen dan marketer lainnya yang bisa mendapatkan ribuan dollar dalam semalam, itu juga hak Anda, asal Anda menyadari saja bahwa itu bisa mereka lakukan bukan dengan sim salabim, mereka sudah melalui proses bertahun-tahun untuk bisa sampai pada titik itu. Jadi jangan dikira kalau Ewen bisa maka otomatis Anda juga bisa kalau hanya dengan membeli sistemnya saja. Diperlukan proses pematangan terutama dari dalam diri Anda sendiri: pola pikir, attitude dan pola tindak Anda, itu bukan semata persoalan kemampuan teknis.
Kenyataannya bukan cuma WK yang mengcover Ahira, dia juga ada di TV dan media lain. Kalau Ahira dan Asian Brain tidak bisa memenuhi harapan Anda, adalah wajar kalau Anda meninggalkannya. Kalau banyak orang lain betah belajar di Asian Brain dan mendapatkan yang mereka cari dari Ahira, itu juga wajar juga bukan? Yang penting adalah kita bisa berlaku fair kepada siapa saja, tidak memuji yang satu dan mendiskreditkan yang lain. Kita boleh belajar dari siapa saja dan dari sumber mana saja, itu adalah pilihan bebas. Tapi memilih yang satu bukan berarti kita lantas menjelekkan yang lain. Fair-fair ajalah kawan. Yang paling penting adalah aplikasi dari apa yang kita pelajari, jangan cuma belajar lalu mimpi kaya raya, apalagi kalau tidak belajar sama sekali.
Bagi Anda Ahira is dead, it’s ok, itu kesimpulan Anda, tapi bagi orang lain Ahira is live and still be living tomorrow and the days to come.
Sebagai teman, saya pesankan untuk Anda: benahi mindset, attitude dan pola tindak Anda… maka Anda akan sukses. I love you kawan
[...] perjuangan Ahira memasuki satu celah perjuangan panjang menuju revolusi bisnis yang didengungkan. Revolusi bisnis ini bukan untuk siapa-siapa, juga bukan hanya untuk Ahira. Revolusi ini diri kita masing-masing [...]
salut buat pak edy.. saya pernah jadi member AB, tapi masih belum bisa fokus jalanin, jadi saya berhenti dulu. tapi saya tetap tertarik dengan AB.. kalo emang saya udah siap, mgkn saya akan join lagi..
sukses selalu buat bung edy.
I respect to you, bang Edy, for reviewing this matter. Good..goood…it’s really valuable. Thanks much.
saya pengen ketemu atau berhubungan dengan anggota asian brain asal purwokerto please………………………
Kalau Anda member AB, Anda bisa posting thread di forum AB untuk mencari atau mengumpulkan members dari Purwokerto seperti yang dilakukan oleh member dari kota-kota lain. Kalau Anda bukan member AB, mohon maaf saya tidak bisa beri informasi yang Anda maksud, itu masalah privasi, saya tidak punya hak memberi data orang lain.