internet marketing indonesia - asian brain - belajar cari uang online

MLM Sarungan

Mar 7th, 2007 | Kategori: NETWORK MARKETING

Dalam sebuah obrolan sambil makan siang, seorang teman mengatakan keinginannya untuk menambah income dengan menekuni bisnis multilevel marketing. Tetapi dia ragu apakah dia bisa membagi waktu, karena pekerjaan kantor dan kegiatan sosial lainnya sudah menyita waktunya nyaris tanpa jeda. Lalu saya bilang: “jalankan aja mlm sarungan”. Dengan heran dia bertanya: “apa itu? emang ada mlm yang menjual sarung?”.

Ya, MLM Sarungan, adalah istilah yang saya pakai untuk bisnis multilevel marketing yang dijalankan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi alias internet. Dengan menjalankan bisnis MLM secara online, maka praktis kita bisa menjalankannya sambil sarungan di rumah :) Tapi apakah bisnis MLM bisa di-online-kan??

Kegiatan utama seorang distributor MLM adalah mengembangkan jaringan dan menjual produk yang keduanya bermuara pada peningkatan omzet pribadi dan grup. Omzet inilah yang menentukan besarnya bonus dan reward lain sesuai perhitungan dalam marketing plan. Mengembangkan jaringan bisa dirinci menjadi beberapa aktivitas seperti prospecting dan recruitment calon distributor baru (melalui presentasi), registrasi downline baru, mengikuti pelatihan dan membina downline atau grup. Sedangkan kegiatan yang menyangkut produk terdiri dari aktivitas pembelian produk dari stokis, peragaan atau demo produk ke calon downline atau calon konsumen, dan pengiriman produk kepada pembeli.

Kegiatan lainnya adalah pengambilan bonus ke kantor pusat perusahaan atau ke stokis. Di beberapa perusahaan MLM, proses pembayaran bonus ini sudah bisa dilakukan lewat transfer ke rekening bank, tapi masih ada juga sebagian yang mengirim bonus lewat stokis, khususnya bagi distributor baru yang bonusnya belum mencapai jumlah tertentu.

Bisakah semua aktivitas itu dilakukan secara online? Boleh dikata hampir semua perusahaan MLM memiliki website di internet. Begitu juga para distributornya, baik secara grup maupun secara perorangan, menghadirkan peluang usaha mereka di internet. Tapi apakah dengan kehadiran website di internet (web presence) sudah bisa dikatakan bahwa itu MLM online? Tentu tidak. Sebuah MLM bisa dikatakan online kalau semua (atau setidaknya hampir semua) proses kegiatan bisnisnya benar-benar dijalankan online. Ini berarti harus memiliki sistem online yang terintegrasi yang memungkinkan interaksi antara perusahaan, distributor, calon distributor/prospek, konsumen, stokis, jasa kurir, dan perbankan dapat berlangsung secara online.

Ada beberapa perusahaan dan grup distributor MLM di Indonesia yang mencoba menyediakan sistem itu, salah satunya adalah TEN-Network, sebuah grup distributor perusahaan MLM Revell Global Indonesia.

TEN-Network membangun fasilitas online yang bisa dipakai oleh membernya secara gratis. Sistemnya terdiri dari website presentasi untuk prospecting dan rekrutmen, webstore untuk membeli dan menjual produk, dihubungkan dengan stokis online yang tersebar di beberapa kota seluruh Indonesia. Dengan adanya web presentasi maka aktivitas prospecting dan rekrutmen dialihkan dari proses tatap muka ke sarana online. Proses registrasi member baru berlangsung lewat website ini dan diteruskan ke stokis online untuk menindaklanjuti pendaftaran member baru ke kantor pusat perusahaan. Stokis kemudian akan mengirimkan starter kit dan kartu anggota ke alamat member baru yang bersangkutan.

Bila distributor mau belanja untuk konsumsi sendiri atau untuk melayani konsumen akhir, hal itu dilakukan lewat webstore yang terhubung ke stokis online. Konsumen akhir juga bisa melakukan order lewat webstore dan sistem akan mencatat kode distibutor yang menjualnya. Stokis selanjutnya menangani order dan delivery lewat jasa pengiriman seperti TIKI dan lain-lain. Stokis juga akan melaporkan poin pembelian atas nama distributor yang bersangkutan ke kantor pusat untuk perhitungan bonus. Kantor pusat kemudian akan mengirimkan bonus ke rekening distributor pada bulan berikutnya.

Dengan fasilitas online seperti itu praktis seorang distributor tidak perlu keluar rumah untuk menjalankan bisnisnya. Dia bisa menjalankannya dari rumah sambil sarungan :) Tetapi masih ada yang kurang — bagaimana dengan pelatihan distributor? Bagaimana dengan demo produk?

TEN-Network mengatasinya lewat fasilitas mailing list. Member subscribe ke mailing list grup dan bisa mendapatkan materi-materi pelatihan dari leadernya, berdiskusi dengan member lain, bertanya dan minta bantuan. Ke depan fasilitas ini memerlukan penyempurnaan. Harus diciptakan sebuah sistem pelatihan online yang lebih baik di mana peserta pelatihan bisa belajar jarak jauh dengan mendownload materi pelatihan baik berupa e-book, audio maupun video.

Sistem pembelajaran internet marketing seperti yang dikembangkan oleh Anne Ahira di Asian Brain Internet Marketing Center bisa diaplikasikan juga untuk pelatihan bisnis multilevel marketing. Kenapa tidak??

Kata Kunci Pencarian: kebebasan yang cocok diterapkan di indonesia | perusahaan multi level marketing | mlm online indonesia | sarungan | leader mlm manado | produk baru mlm | cara mengembangkan jaringan MLM | mlm yang baik di indonesia | mengembangkan jaringan mlm | mengembangkan MLM |

psikologi anak balita
Tags: , ,

11 Comments

  1. newbie on 28.03.2007 at 03:23 (Reply)

    MLM sarungan blom terlalu baik diterapkan di indonesia (menurut pendapat saya, CMIIW) krn tau sendiri lah biaya akses internet msh mahal & koneksinya pun msh lelet tidak spt di luaran sana. lagipula masyarakat indo ga begitu byk yg ngerti komputer apalagi internet (jd inget laptop DPR :D )

    yg terpenting adalah apakah yg masuk MLM mau melewati proses belajar ato tidak krn sampai saat ini pun msh banyak yg tergoda utk menjadi kaya secara singkat tanpa mau melakukan kerjanya dan ujung2nya MLM yg disalahkan, pdhl orangnya sendiri yg tidak mau mengikuti step2nya. sehingga peran seorang mentor yg bener2 konsisten thd bisnisnya sangat penting utk mendidik yg baru agar tidak keluar jalur.

    satu lagi adalah kredibilitas perusahaan MLM tersebut. makin lama dia berdiri makin bagus kinerjanya, jangan sampe tergiur oleh MLM baru yg mengatakan lebih bagus dari yg lain ataupun MLM baru tsb yg menjelek2kan nama MLM lain, pdhl mereka sendiri mengcopy modul2 dari MLM saingannya (hayoo tebak pak kl tau :D ) apalagi mengatakan kl MLM nya dari negara sebut saja A tp tidak satupun pembicaranya dari negara A dan mengatakan dirinya MLM paling besar di negaranya (bingung kan)

  2. edy on 28.03.2007 at 06:35 (Reply)

    semua poin Anda itu ada benarnya, saya cuma mau sampaikan satu hal, khususnya tentang poin pertama

    Anda jangan pesimis, betul bahwa penetrasi internet di Indonesia baru sekitar 8%, dan koneksi internet masih tergolong mahal dibanding negara tetangga

    tapi Anda jangan lupa bahwa perubahan terus terjadi, dulu juga hanya sedikit orang yang pakai handphone, sekarang Anda lihat sendiri hampir semua orang menggunakannya

    memang itu semua butuh waktu, tapi kalau Anda tidak mulai dari sekarang, Anda akan ketinggalan pada saat gelombang itu datang melanda :)

    menjalankan bisnis MLM online tidak lebih mahal dari Anda menjalankan website untuk affiliasi, adsense, dll, karena member MLM tidak banyak melakukan maintenance web sebab hal itu sudah ditangani oleh tim support grup

    grup di mana saya bergabung sudah menjalankan bisnis MLM online sejak 2001, sebelum orang lain memulainya, sekarang 5000 lebih member menjalankan bisnis ini secara online

    yang masih sedang kami usahakan adalah fasilitas untuk pelatihan online agar member yang tersebar di seluruh Indonesia mendapatkan pengembangan diri yang sama materi dan tingkatannya

    jadi, Anda jangan pesimis.. :)

  3. Mick on 31.03.2007 at 23:48 (Reply)

    Menurut saya peluang bisnis MLM yang paling cocok dionlinekan adalah yang memiliki produk downloadable.

  4. Edy on 01.04.2007 at 01:39 (Reply)

    Betul Bung Mick, downloadable product sangat cocok untuk dionlinekan, tapi downloadable product itu sendiri justru tidak cocok untuk sistem MLM… ada 2 hal berbeda di sini. Online itu adalah sarananya, MLM itu sistemnya. Downloadable produk semacam e-book cocok memakai sarana online, tapi tidak cocok untuk sistem MLMnya.

    Salah satu hal pokok dalam MLM adalah omzet yang terbangun melalui repeat order…jadi produknya harus berpotensi untuk dikonsumsi ulang. Downloadable produk tidak memenuhi syarat itu, kecuali kalau setiap bulan Anda mengcreate produk baru, iya kan? :-)

    Agar MLM bisa berjalan online, salah satu simpul utama yang menentukan adalah berfungsinya jaringan stokis online yang menangani semua perihal order produk, baik dari member maupun dari konsumen. Karena kalau produk tidak lancar distribusinya, omzet tidak tercipta, bonus macet…dan anda pun quit hehehehe

  5. JoelyPoer on 04.04.2007 at 01:20 (Reply)

    MLM secara online adalah sebuah terobosan baru untuk melakukan promosi atau iklan. saya setuju. tetapi seperti yang disampaikan dalam komentar diatas tidak semua orang di indonesia melek komputer. padahal MLM, yang notabene bisnis yang mengandalkan duplikasi, mungkin akan sulit terjadi. Bisnis yang mengandalkan aset manusia seperti MLM membutuhkan kekuatan semangat yang sangat tinggi, maka dari itu support sistem sangatlah mutlak dimiliki oleh perusahaan MLM tsb, untuk melatih, membina, dan membangun para distributor agar tetap fight dalm menjalankan bisnisnya. Biasanya Buku, kaset, pertemuan adalah bagian dari program dalam suport sistem yang dimiliki. Tetapi dalam sistem online disributor pasif, mereka hanya melakukan promosi sesering dan sebanyak mungkin melalui internet dengan mengharapkan netter mengunjungi web yang menjadi wadah promosi mereka.Walaupun distributor juga disediakan alat bantu berupa CD yang bisa dibeli juga secara online tetapi tanpa seorang mentor rasanya distributor online tidak akan terbentuk sebagai seorang leader yang benar-benar tangguh.

    Menurut saya alangkah baiknya seandainya sistem online ini digabungkan dengan sistem offline. Ingat bahwa membengun bisnis jaringan adalah membangun aset yang terdiri dari manusia-manusia dengan berbagai karakter. Dan sebagai leader kita berkewajiban mensukseskan mereka terlebih dahulu. Sekali lagi menurut saya membangun bisnis jaringan bukanlah sekedar uang, tetapi lebih dalam juga membangun manusia seutuhnya.

    Salam sukses bagi semua pelaku network builder.

  6. Edy on 04.04.2007 at 04:42 (Reply)

    Mas Juli, yang anda katakan itu kan standar dan “doktrin” MLM konvensional yang dilakukan dari sejak munculnya bisnis MLM sampai sekarang.

    Apakah dengan model konvensional sekarang (offline) maka duplikasi berjalan lancar? Nggak juga kan? Justru menurut saya duplikasi itu disalahartikan sebagai meniru apa saja yang dilakukan oleh leader/upline, padahal belum tentu hal itu cocok dengan kondisi si downline. Duplikasi bukan harga mati, dibutuhkan kebebasan kreatif dalam koridor marketing plan kepada setiap member, karena seperti kata Anda, bisnis MLM adalah bisnis antar manusia juga.

    Duplikasi…bisa dilakukan online, sebagaimana halnya dengan cara offline. Yang dibutuhkan adalah integrasi supporting system yang menyeluruh dari simpul konsumen-distributor-stokis-perusahaan.

    Tetapi Anda betul, sebagaimana juga saya singgung dalam paragraf terakhir posting di atas, bahwa diperlukan adanya sistem pelatihan yang baik untuk pembinaan SDM distributor. Dengan sistem online, pelatihan ini masih banyak kendalanya, tetapi grup kami sedang mencoba mengimplementasikannya bulan ini, mudah-mudahan menuai sukses dan Anda akan saya kabari nanti :)

    Thanks commentnya Mas Juli.

  7. iskandar on 10.04.2007 at 03:55 (Reply)

    Dalam beriventasi di MLM kita harus mempunyai panduan
    atau acuan terhadap MLM yang akan kita pilih yaitu :

    A.Perusahaan
    B.Product
    C.System
    D.Support

    Diantara ke 4 unsur tersebut tidak semua MLM dapat memberikan seperti yang kita kehendaki. Banyak MLM yang hannya memberikan target Minimal Penjualan Pribadi atau Group untuk mendapatkan Point atau Peringkat Anggota, dimana Nilainya sangat besar tetapi
    hasil yang akan didapat Anggota sangat kecil atau minim. Mereka terlalu banyak mengambil keuntungan untuk Perusahaan sendiri, tanpa perduli dengan kontribusi dari jaringan yang ada.

    Untuk itu kita perlu lebih cermat mempelajari MLM yang akan kita ikuti tersebut, apakah ke 4 unsur tersebut sudah terpenuhi atau tidak. Kalau tidak, cari tahu dulu, jangan cepat terbujuk oleh MLM yang tidak fair.

    Karene kita berinvestasi mau cari Uang bukannya mau keluar Uang !!!.

    Betulkan Bung Edy …
    PS. ( Kayaknya kita satu kapal nehhh…)

  8. Partisimon Partogi on 20.05.2007 at 11:35 (Reply)

    Ikut Nimbrung.

    Dari pengalaman saya mengikuti bisnis online, hampir semuanya gagal. Mungkin itu karena faktor saya sendiri yang kurang semangat, kurang traning dan terlalu menggebu di muka, dimana saat menghadapi tantangan langsung down. Tapi saya mendapati bahwa faktor lain kegagalan saya di bisnis MLM yang “online” adalah tidak terjadinya duplikasi.

    Saya pernah ikut MLM dengan produk pulsa yang di jalankan secara “online”, kalau gak salah pusatnya di semarang, saya lihat jumlah member dalam jaringan saya sudah hampir 400 orang, tapi ternyata hanya beberapa orang dalam jaringan saya yang setiap bulan membeli pulsa, akhirnya saya juga menyerah di perusahaan MLM ini, daripada buang-buang uang utk promosi.

    Saat ini, saya juga masih mengikuti bisnis mlm (masih belum kapok he..he…) produknya juga pulsa, yaitu vnet. Memang sich saya belum begitu yakin, karena siapa tau situasinya seperti bisnis MLM-MLM lain yang dulu saya ikuti. Saya tertarik join di vnet, karena saya lihat harga pulsa yang di tawarkan rata-rata lebih murah dari harga pulsa di pasaran. Wah pas bagi saya, karena siapa tau ada teman yang lagi kepepet butuh pulsa, khan pulsa kita bisa langsung di jual.

    Pertimbangan saya adalah, kebanyakan MLM memiliki produk yang harganya lebih mahal dari produk sejenis di pasaran. Dengan di embel-embeli kelebihan super ini dan itu.

    Utk bisnis saya di vnet baru sedikit kelihatan hasilnya, setiap bulan dapat komisi walau belasan ribu rupiah, lumayan! juga bulan lalu dapat bonus 200.000 dari vnet. Prinsip saya sekarang : pokoknya saya sendiri tutup poin. itu aja. Kalau mau minta downline tutup poin, harus di mulai dari diri sendiri. Gak perlu menggebu-gebu di bisnis mlm, biar lambat asal selamat.

    Untuk pak edy, thanks bangat telah memuat curhat saya, sebenarnya tulisan ini mau saya posting di blog saya yang baru lahir (saya masih belum benarin karena masih bingung dengan wordpress, biasa di blogger), eh taunya posting disini.

    Salam

    Partisimon Partogi

  9. Eliz on 24.08.2007 at 06:37 (Reply)

    Ikutan yah…saya lagi coba MLM Online yang digagas ibu Dini Shanti dkk, kebetulan sistemnya online, belum banyak dikenal di Manado. tapi kalo produknya sendiri sih udah banyak dikenal.

    Mm…saya juga bukan baru di MLM, tapi karena leadernya Bu Dini dan Bu Nadia, saya jadi ‘nggak mau kala’…mereka aja anaknya udah lebih dari 1, masih bisa sukses dengan bisnis online.

    Sebelum memilih jenis MLM apa yang cocok untuk kita…memang sebaiknya dipelajari dulu produknya, apakah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita. Liat juga siapa leader-nya, apakah leadernya/upline kita bagus dan profesional.

    Terakhiryah balik lagi ke diri masing-masing…apa tujuan awal kita terjun di bisnis tsb? Jangan lupa mesti FOKUS!! Kalo nggak fokus bisa buyar di tengah jalan. Ini berdasarkan pengalaman saya :-)

  10. [...] komunikasi dan internet untuk pemasaran MLM bukanlah konsep yang baru. Saya menyebutnya sebagai MLM Sarungan. Tetapi apa yang digagas dalam Netweb Marketing bukan sekedar perubahan dalam sarana dan mekanisme [...]

  11. internet marketing on 25.10.2008 at 19:46 (Reply)

    Wah ternyata bung edy juga seorang network builder ya. Terus terang saya setuju sekali dengan konsep yang sudah dijalankan oleh bung edy.

    Dan saya sendiri juga berencana membangun sistem yang cocok untuk mengembangkan mlm hingga ke manca negara, karena saat ini konsep yang bung edy jalankan sudah banyak sekali artinya jika saya mau mengekor paling tidak harus memiliki kelebihan dari pada sistem yang lainnya.

    Dan sejauh ini yang saya pelajari sistem SFI masih paling unggul di banding sistem MLM online manapun.

    Bagaimana menurut bung edy???

Leave a comment

CommentLuv Enabled