Kita Takut Untuk Berbagi (by Severn Suzuki)
Nov 21st, 2009 | Kategori: INSPIRASI DAN OPINI… Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi…
…Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!…
Itu adalah dua kutipan dari kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Severn Cullis Suzuki, seorang gadis belia berusia 12 tahun kala itu (sekarang dia sudah 30 tahun) di depan konferensi PBB untuk masalah lingkungan di Rio de Janeiro, Brazil, pada tahun 1992.
Waktu masih berusia 9 tahun, Severn bersama anak-anak seusianya mendirikan kelompok ECO (Environmental Children’s Organization), organisasi anak-anak peduli lingkungan di Canada.
Pidato Severn di depan sidang PBB tersebut telah memukau para pemimpin dunia yang hadir dan mendapatkan standing ovation. Meskipun sudah 17 tahun berlalu, apa yang dibicarakan Severn masih tetap relevan hingga saat ini dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya saya postingkan kembali pidato ini untuk mencerahkan dan memberi inspirasi bagi Anda dan saya.
Ini adalah salah satu videonya di YouTube, dan di bawahnya adalah teks terjemahan pidatonya. Saya tidak tahu siapa yang menterjemahkan pertama kali, tapi teks ini diforward oleh mbak Ratih Adiputri ke mailing list Alumni AUSAID.
———
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu” .
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang ANDA , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih.
—————–
Dalam pidato balasannya, Sekjen PBB berkata:
Kata Kunci Pencarian: kupang boy | severn suzuki 2009 | teks naskah pidato severn suzuki | teks pidato tentang go reen untuk anak-anak | video pidato severn suzuki teks indonesia |Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya … tidak, kita semua, dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun





Terimakasih mas atas ilmunya…
Salam Kenal dari VIDEO2BE
Effendi´s last blog ..SBY PRESIDENKU TVC – INDOMIE JINGLE
Pidato yang menggugah, saya kagum atas apa yang suzuki lakukan,semoga di Indonesia juga lahir ‘suzuki-suzuki’ lain..
rumah pernikahan´s last blog ..Souvenir
Terima kasih, Pak Edi. Artikelnya sangat menarik. Sebuah pencerahan yang luar biasa. Semoga kesadaran semacam ini bisa mengingatkan kita semua. Saya jadi teringat dengan Global Warming. Sepertinya hanya tinggal menunggu waktu aja kalau kita semua tidak mau peduli.
Be Green! Mari selamatkan bumu kita.
Kok pidatonya pake naskah ya, padahal komentarnya “yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato.”
Achmad´s last blog ..Jaguar Brand Proud Of XKR Model
kemungkinannya cuma dua mas Achmad, terjemahannya yang salah atau sekjen PBBnya yang ngomong kurang cermat saking kagumnya
Inspiratif sekali, kita harus akui bahwa mereka jago dalam urusan berdiplomasi..
Btw dapet salam dari pernikahan adat Indonesia.
pernikahan adat´s last blog ..Pernikahan Adat Solo
full inspirasi mas Edi
Artikelnya keren pak edy, terima kasih banyak ya

riff´s last blog ..Cara Mengunci Folder Tanpa Software
Bang Edy minta lagi dong artikelartikel seperti ini buat inspirasi dan semangat menjalankan bisnis online kalo bisa dapatkan tulisan tentang Ladan Laskhari sang bloger dari Iran itu oh ya salam kenal dari Kupang boy
video yang menggugah….
trims postingannya….
Wow keren banget.. semoga kita semua bisa sadar.. termasuk saya bisa sadar untuk berhenti merusak Bumi kita ini..