internet marketing indonesia - asian brain - belajar cari uang online


Kebebasan Finansial, Apa Maknanya Bagi Anda?

Feb 28th, 2007 | Kategori: INSPIRASI DAN OPINI

Kebebasan Finansial menjadi konsep populer dan bahkan cenderung menjadi obsesi setiap orang terutama setelah terbitnya trilogi Kiyosaki bertajuk Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant, dan Rich Dad Guide To Investing. Orang-orang kemudian seakan berlomba mempelajari dan mengaplikasikannya, memainkan game CashFlow-nya, dan istilah-istilah pindah kuadran, hutang baik hutang jelek, arus kas, investasi, sekolah bisnis, kebebasan finansial, kecerdasan finansial, passive income, pensiun dini, dll, menjadi istilah-istilah yang populer dalam percakapan dan tulisan. Tapi apakah sebenarnya makna konsep kebebasan finansial itu bagi saya dan bagi Anda?

Kiyosaki memaknai kebebasan finansial sebagai suatu keadaan di mana Anda tidak bekerja untuk uang, tapi uang yang bekerja untuk Anda. Artinya Anda sudah berada pada kuadran “I” di mana investasi yang Anda tanamkan memberi passive income yang cukup bagi Anda. Atau Anda masih berada di kuadran “S” tetapi memiliki daya ungkit (leverage) yang secara otomatis dan berkelanjutan memberi passive income bagi Anda seperti seorang top leader di bisnis jaringan (MLM) yang mendapatkan komisi dari hasil kerja jaringan yang sudah dia bangun dan terus dibina.

Anthony Robbins juga menawarkan konsep yang hampir sama. Dia mengartikan kebebasan finansial sebagai suatu keadaan di mana seseorang memiliki sejumlah investasi dalam berbagai instrumen yang bisa menghasilkan cukup income untuk membiayai hidupnya tanpa perlu bekerja lagi.

Dalam bidang perencanaan keuangan, kebebasan finansial dimaknai sebagai suatu kehidupan yang bebas dari hutang, memiliki pendapatan tetap, telah menyiapkan dana cadangan melalui sejumlah instrumen, untuk keperluan tidak terduga maupun biaya yang sudah bisa diukur sebelumnya seperti biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, dan lain-lain.

Pemaknaan di atas tampaknya sekarang mengalami bias sehingga yang menonjol adalah makna income yang setinggi-tingginya. Orang-orang kemudian menjadi lebih terobsesi dengan makna nominal, membuat sebagian besar orang menjadi “money oriented people“, terobsesi oleh konsep “penghasilan tak terbatas“. Maka kemudian orang berlomba mencari alternatif tambahan income dalam rangka mencapai impian bebas finansial. Banyak orang kemudian memasuki bisnis-bisnis jaringan atau multilevel marketing, bermain saham, forex, dan instrumen investasi lainnya, bahkan mengikuti program-program money game.

Bagi saya, kebebasan finansial bukan sekedar konsep nominal, tetapi juga konsep mental. Pengeluaran setiap orang atau keluarga sangat ditentukan oleh gaya hidupnya. Bagi saya bisa saja penghasilan Rp 10 juta atau Rp 25 juta per bulan sudah cukup membiayai gaya hidup saya dan keluarga, tapi bagi Anda mungkin tidak cukup, karena kita memiliki gaya hidup yang berbeda. Kita memiliki konsep yang berbeda tentang kenikmatan dan kesejahteraan hidup, konsep masa depan, dll. Kalau saya mendapatkan income Rp 25 juta per bulan, saya sudah merasa tenang, tidak khawatir lagi masalah uang, tapi Anda mungkin belum merasa sejahtera dengan penghasilan Rp 50 juta atau bahkan Rp 100 juta per bulan.

Jadi bagi saya kebebasan finansial bukan bermakna mencapai penghasilan setinggi-tingginya atau bahkan tak terbatas (sky is the limit), tetapi mencapai keadaan di mana uang bukanlah masalah utama dalam hidup, dan batas itu sangat ditentukan oleh gaya hidup saya dan konsep mental tentang makna sukses.

Bagaimana dengan Anda?

Top WSOAdsense Goldmine Version 3.0

panduan belajar clickbank
Tags: , , ,

Kata Kunci Pencarian: kebebasan finansial, definisi kesejahteraan dan kebebasan finansial, makna finan sial yang cukup, Makna finansial

12 Comments

  1. /dodo on 01.03.2007 at 08:04 (Reply)

    Pak Edy jadi mendadak wordpress. Website yang dulu kan udah bagus Pak….he.. :-)
    Sukses selalu deh

  2. edy on 01.03.2007 at 10:02 (Reply)

    halo Mas Dodo, kebetulan aja nih mau ganti gaya, jadi sekalian belajar wordpress :)

  3. MES on 02.03.2007 at 02:01 (Reply)

    Halo Bang Edy,

    Selamat pindahan dan sekaligus selamat belajar WordPress yah :)

    Pake WP lebih asyik kok, saya sudah merasakannya.

    Btw, blog Bang Edy sptnya blm ada Logo dan Faviconnya nih. Saya ada tips utk membuat Logo dan Favicon di Globalwarming Awareness2007 – Logo and Favicon tips . Semoga bermanfaat.

    MES

  4. MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL » Blog Archive » Revolusi Bisnis Internet Indonesia on 08.03.2007 at 08:21

    [...] menambah income atau ingin berpindah kuadran bahkan mereka yang memiliki impian untuk mencapai kebebasan finansial. Fleksibilitas yang ditawarkan oleh peluang bisnis internet: waktu, tempat, target market, produk, [...]

  5. adicahya on 12.03.2007 at 00:54 (Reply)

    Saya setuju dengan pendapat Bang Edy. Gaya hidup memang harus diatur dan kita sesuaikan dengan pendapatan. Lebih baik lagi jika bisa dijaga walaupun pendapatan kita terlah bertambah. Susah sih, tapi bisa membuat kita lebih sejahtera.

    Bukan begitu Bang Edy :)

  6. syam on 28.03.2007 at 21:01 (Reply)

    uang memang bukan segala-galanya tapi tanpa uang segalanya nggak mungkin. Teman, kebebasan finansial tidak berarti jika kita tdk ada kebebasan waktu. Sukses di MLM ditentukan impian. Tapi lebih penting lagi kalau perusahaan yang diikuti besar, pemiliknya reputasi besar, diakui dunia, marketing plannya tidak memberatkan.
    Anda bisa coba dan lihat Tiens Internasional.
    Marketing plannya sangat mudah dikuti makanya banyak orang yang sukses. rewardnya BMW, Kapal Pesiar, Pesawat Terbang dan Villa Gratis diluar gaji bulanan dan bonus sharing internasional.
    Hubungi:
    Syamsuddin M
    Telp. 081524072694

  7. Edy on 29.03.2007 at 04:21 (Reply)

    Rekan Syam,
    bisnis MLM atau networking adalah bisnis antar manusia, jadi sudah selayaknya kita menonjolkan sisi manusianya

    Anda sadar tidak, yang membesarkan perusahaan MLM itu adalah Anda dan distributor lain di jaringan Anda. Jadi seharusnya Anda berbangga kepada diri sendiri dan pribadi-pribadi downline Anda, bukan semata menonjolkan kebesaran perusahaan dan kemewahan reward.

    Dengan menonjol-nonjolkan kebesaran perusahaan dan kemewahan reward, bonus dan marketing plan, tanpa menunjukkan perjuangan dan ketangguhan pribadi Anda, Anda akan kehilangan prospek sebelum mereka melihat presentasi bisnis Anda.

    Mobil mewah, rumah mewah, kapal pesiar dan lain-lain itu adalah hasil keringat Anda yang diakumulasi dalam hitungan marketing plan. Itu bukan reward cuma-cuma dan hadiah dari perusahaan, jadi selayaknya Anda bangga pada perjuangan dan pribadi Anda, bukan pada perusahaan semata.

  8. nubargulbenkiana on 14.11.2007 at 02:49 (Reply)

    Hehehhe..kebebasan finansial memang bukan ditentukan dari berapa besar uang yg dapat dihasilkan dlm periode tertentu..tapi menurut aku ya lebih ke arah sebebas apa kita bisa melakukan dalam menghasilkan uang yg cukup mendukung gaya hidup yg kita pilih..makanya tajuknya “Kebebasan”..bukan “Kekayaan” or “kemewahan”..mampir dong bang Edy ke Blogku..udah bisa ditinggalin comment kok

  9. anton on 04.04.2008 at 09:23 (Reply)

    salam kenal buat sdr eddy..

  10. saga on 28.04.2008 at 12:36 (Reply)

    wah udah lama gak kesini ternyata tampilannya udah berubah. kelihatan lebih simple tapi masih tetap enak di pandang dan yang terpenting ilmunya semakin berguna.

    RichDad berkata ” Kau takkan pernah mendapatkan kebebasan sejati tanpa kebebasan finansial.

    Bagi Rich Dad kebebasan finansial sangat penting karena :

    1.Punya banyak waktu untuk membesarkan anak-anaknya dan memperhatikan keluarga

    2. Punya uang untuk disumbangkan ke badan sosial dan yayasan yang ia dukung.

    3. Menciptakan lowongan pekerjaan dan membangun stabilitas keuangan bagi masyarakat

    4.Punya uang dan waktu untuk mengurus kesehatannya.

    5. Bisa berlibur kemana saja dengan keluarganya.

    Semoga kita bisa juga meraih kebebasan finansial ya ?
    aminn

  11. Syukur on 05.11.2008 at 13:42 (Reply)

    Kalau aku sih sudah senang dan bersyukur hidup seperti poor dad-nya Robert Kiyosaki yang hidupnya tidak ngoyo ditindas keharusan untuk jadi kaya.

  12. rendra krestyawan on 29.04.2009 at 11:47 (Reply)

    Setuju dgn Bang Edy, kebebasan finansial tak bisa dinominalkan. Sangat individual. Tergantung harapan yg ingin diwujudkan, khususnya dlm hal finansial. Kalau harapan digantung terlalu tinggi/utopis, jauh dari kenyataan sekarang, orang akan cenderung apatis, tapi sebaliknya orang tidak akan bisa “hidup” tanpa harapan. Karena yang “menggerakkan’ kita adalah harapan.
    So, menurut sy, berharaplah yang realistis, bisa diwujudkan dgn usaha yg maksimal. Berharaplah menjadi org yg berdaya secara finansial dengan mempertimbangkan apa yg bisa diraih.

    Postingan terakhir di blog rendra krestyawan…Comfortable Clothing For Your Child

Leave a comment